Showing posts with the label cerpen
Ternyata Tak Merindu Keputusan perlu diambil ketika hubungan di antara dua kekasih justru menunjukkan gejala yang memburuk. Ketika punggung tak …
Cerpen Teguh Winarsho AS - Samar dan kabur pandangan Nastiti, saat kedua kakinya menginjak lantai ruang tamu. Lututnya kian gemetar menjaga keseimban…
Namaku Surti. Surti, itu saja. Nama lengkapku ya, Surti, sampai ketika aku nikah dengan mas Joko Susilo. Ya, hari ini nama lengkapku menjadi Surti Su…
Lagu dangdut mengalun lirih. Lampu di ruang itu menyala temaram. Aku duduk di sudut remang. Sebotol bir hitam di meja dan rokok kretek kukepit di jar…
Lima pasang sepatu tergetak pada tempatnya. Ada yang kumal ada juga yang bersih neces. Entah sudah berapa lama sepatu-sepatu itu berada di situ. Sepa…
Hanya laut. Hanya kekosongan. Dunia hanyalah laut dan langit yang dibatasi garis tipis melingkar, membentuk garis lingkaran yang tiada pernah berubah…
Tangis Wasti pecah, pagi itu. Kantong air matanya jebol ditohok kalimat-kalimat runcing mengilat para tetangganya. Liang matanya terasa perih, sangat…
"...Aku pernah ingin mendirikan bagimu sebuah rumah di bukit itu..." Bukit yang paling sering menyembunyikan anak-anak muda dari ketahuan…
Laki-laki itu memang sangat misterius. Dengan postur tubuhnya yang sangat sempurna, ia berjalan dengan langkah mantap, tanpa peduli di sekitarnya. Da…